Orangtua Jepang Khawatir, Internet Rusak Moral Anak-anak
Sebesar 85 persen orang tua dalam suatu survey di Jepang menyatakan khawatir dampak merusak dari situs-situs tertentu di Internet, seperti pornografi dan obat bius.
Survey yang dilakukan secara online mengenai penggunaan Internet oleh anak-anak itu, yang menyertakan 570 orang tua dari murid-murid tingkat SD-SLTP, menunjukkan, 85 persen dari mereka menyatakan khawatir anak-anak mereka akan berhubungan dengan informasi merusak lewat Internet.
Survey dilaksanakan secara bergabungan oleh perusahaan pembuat perangkat lunak antivirus komputer Trned Micro Inc. dan Panasonic Ntework Services Inc., anak perusahaan perusahaan Matsushita Electric Industry.
Hasil survey menunjukkan, 79,6 persen orang tua juga menyatakan prihatin mengenai informasi pribadi yang bocor ke kalangan bisnis yang mereka pandang tidak baik, sedangkan 77,7 persen menyatakan khawatir komputer mereka bisa terkena virus.
Mengenai aturan yang mereka terapkan terhadap anak-anak mereka ketika menggunakan Internet, 23,5 persen orang tua membuat anak-anak mereka membuka Internet di ruang keluarga, 20,5 persen membuka situs-situs bersama dengan anak-anak mereka, 18,2 persen membatasi waktu bagi anak-anak mereka membuka Internet.
Survey itu juga mendapati lebih dari 60 persen orang tua mengambil langkah-langkah tertentu untuk mencegah anak-anak mereka meng-akses situs-situs merusak.
Kedua perusahaan tersebut melaksanakan sruvei itu antara 26 April hingga 16 Mei lalu.